Memberdayakan IKM Kudus
Admin, 24
Oktober 2011
KUDUS - Kudus
dikenal sebagai kota santri dan kota perdagangan.
Penduduknya tekun dan ulet dalam menggapai cita-cita
kemuliaan duniawi, namun tetap rajin mengaji (mengkaji ilmu
agama) untuk upaya mempedomani agama sebagai tuntunan
hidup dan kemuliaan ukhrowi. Telah menjadi pemandangan yang
lumrah di Kudus, jika pagi atau siang hari masyarakat
bertebaran datang ke pusat-pusat aktifitas industri dan
perdagangan, dan jika sore atau malam hari masyarakat
berbondong-bondong datang ke pusat-pusat pengajian dan
peribadatan. Laku masyarakat Kudus yang seperti itu kemudian
dikenal dengan laku "Jigang" (Ngaji dan Dagang).
Berdasarkan
pemahaman ajaran agama dari hasil ngaji itu, masyarakat
Kudus dalam melakukan "proses" dan menyalurkan "hasil"
bisnis yang dilaksanakan, seharusnya selalu dilandasi dengan
prinsip dan niat "untuk kemanfatan diri dan orang banyak"
demi terciptanya masyarakat madani sesuai ajaran Rasulullah.
Kondisi
perekonomian Kabupaten Kudus sejak krisis tahun 1997/1998
sampai dengan sekarang mengalami pasang-surut. Sebagai
gambaran dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi dalam kurun
waktu antara tahun 2003 s/d tahun 2008, di mana pertumbuhan
ekonomi berdasarkan harga berlaku rata-rata mencapai 13,75%
dengan PDRB rata-rata sebesar Rp 21.792.939.560.000,-. Jika
dilihat berdasarkan harga konstan, maka rata-rata capaian
pertumbuhan itu adalah 4,53% dengan PDRB rata-rata sebesar
Rp 10.914.409.410.000,-. Sedangkan laju inflasi
berturut-turut: tahun 2004 sebesar 6,11%, tahun 2005 sebesar
17,73%, tahun 2006 sebesar 6,18%, tahun 2007 sebesar 6,79%
dan tahun 2008 sebesar 11,99%. Secara umum struktur ekonomi
Kabupaten Kudus didominasi oleh sektor industri diikuti
perdagangan, hotel dan restoran serta pertanian.
Ditinjau
dari sisi unit usaha, tahun 2005 jumlahnya mencapai 13.482
unit dengan daya serap 154.184 tenaga kerja. Tahun 2006
mengalami penurunan jumlah yaitu 10.230 unit, akan tetapi
jumlah serapan tenaga kerjanya justru meningkat hingga
mencapai jumlah 185.135. Tahun 2007 kembali mengalami
peningkatan, baik dari sisi jumlah unit usaha, yaitu
mencapai 10.448 unit, maupun dari sisi serapan jumlah tenaga
kerjanya, yaitu menyerap 213.441 tenaga kerja. Tahun 2008
kembali terjadi kenaikan, dengan jumlah unit usaha 10.542
unit dan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 213.850
tenaga kerja.
|
sealanjutnya |
|
 |
|