JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Memberdayakan IKM Kudus

Admin, 24 Oktober 2011

KUDUS - Kudus dikenal sebagai kota santri dan kota perdagangan. Penduduknya tekun dan ulet dalam menggapai cita-cita kemuliaan duniawi, namun tetap rajin mengaji (mengkaji ilmu agama) untuk upaya  mempedomani  agama  sebagai  tuntunan hidup dan kemuliaan ukhrowi. Telah menjadi pemandangan yang lumrah di Kudus, jika pagi atau siang hari masyarakat bertebaran datang ke pusat-pusat aktifitas industri dan perdagangan, dan jika sore atau malam hari masyarakat berbondong-bondong datang ke pusat-pusat pengajian dan peribadatan. Laku masyarakat Kudus yang seperti itu kemudian dikenal dengan laku "Jigang" (Ngaji dan Dagang).

Berdasarkan pemahaman ajaran agama dari hasil ngaji itu, masyarakat Kudus dalam melakukan "proses" dan menyalurkan "hasil" bisnis yang dilaksanakan, seharusnya selalu dilandasi dengan prinsip dan niat "untuk kemanfatan diri dan orang banyak" demi terciptanya masyarakat madani sesuai ajaran Rasulullah.

Kondisi perekonomian Kabupaten Kudus sejak krisis tahun 1997/1998 sampai dengan sekarang mengalami pasang-surut. Sebagai gambaran dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu antara tahun 2003 s/d tahun 2008, di mana pertumbuhan ekonomi berdasarkan harga berlaku rata-rata mencapai 13,75% dengan PDRB rata-rata sebesar Rp 21.792.939.560.000,-. Jika dilihat berdasarkan harga konstan, maka rata-rata capaian pertumbuhan itu adalah 4,53% dengan PDRB rata-rata sebesar Rp 10.914.409.410.000,-. Sedangkan laju inflasi berturut-turut: tahun 2004 sebesar 6,11%, tahun 2005 sebesar 17,73%, tahun 2006 sebesar 6,18%, tahun 2007 sebesar 6,79% dan tahun 2008 sebesar 11,99%. Secara umum struktur ekonomi Kabupaten Kudus didominasi oleh sektor industri diikuti perdagangan, hotel dan restoran serta pertanian.

Ditinjau dari sisi unit usaha, tahun 2005 jumlahnya mencapai 13.482 unit dengan daya serap 154.184 tenaga kerja. Tahun 2006 mengalami penurunan jumlah yaitu 10.230 unit, akan tetapi jumlah serapan tenaga kerjanya justru meningkat hingga mencapai jumlah 185.135. Tahun 2007 kembali mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah unit usaha, yaitu mencapai 10.448 unit, maupun dari sisi serapan jumlah tenaga kerjanya, yaitu menyerap 213.441 tenaga kerja. Tahun 2008 kembali terjadi kenaikan, dengan jumlah unit usaha 10.542 unit dan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 213.850 tenaga kerja.

 

sealanjutnya

 
 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.