JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Memberdayakan IKM Kudus

(lanjutan)

Jika dirinci berdasarkan skala unit usaha, di tahun 2008 diperoleh angka sebagai berikut : unit usaha mikro dan kecil sejumlah 10.252 unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 114.537 orang, dalam arti kata lain usaha mikro dan kecil mempu menyerap 54,67% dari jumlah tenaga kerja yang ada. Dibanding data tahun 2004, serapan tenaga kerja unit ini meningkat 12,22% (tahun 2004 terserap 41,45%), sebaliknya serapan tenaga kerja di unit usaha besar dan sedang mengalami penurunan.

Dari data tersebut, untuk kesekian kalinya telah membuktikan bahwa sektor IKM/UMKM memiliki kemampuan daya ungkit tinggi terhadap pembangunan ekonomi dan kesempatan kerja kepada masyarakat. Berkurangnya ketergantungan masyarakat Kudus pada usaha besar, terutama rokok, dan menguatnya peran IKM/UMKM ini merupakan gejala yang sangat dinanti-nantikan. Jika usaha besar yang berkembang, maka hal tersebut hanya akan mengarahkan masyarakat Kudus lebih besar menjadi "buruh", dan jika IKM/UMKM lebih banyak tumbuh, maka hal tersebut dapat mendorong masyarakat Kudus menjadi besar sebagai "entrepreneur"  (wira usahawan)  dan hal tersebut diyakini akan lebih menjamin pemerataan PDRB. Laku "jigang" masyarakat Kudus harus segera direvitalisasi, agar tidak menjadi slogan lama yang usang. Kudus sebagai "Kota Jenang", Kudus sebagai "Kota Soto", Kudus sebagai "Kota Bordir", Kudus sebagai "Kota Batik", Kudus sebagai "Kota Gebyok", Kudus sebagai “Kota Kerajinan Logam” harus segera bisa sejajar dengan Kudus sebagai "Kota Keretek".

IKM/UMKM dengan karakteristiknya yang fleksibel dan penerapan perpaduan program antara padat modal dan padat karya mampu memanfaatkan sumber daya yang ada (lokal), sehingga mampu bertahan terhadap krisis ekonomi dan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi globalisasi. IKM/UMKM di Kabupaten Kudus memiliki peranan penting  dan  strategis, khususnya ditinjau dari jumlah unit usahanya yang sampai dengan tahun 2008 mencapai 10.542 unit dengan daya serap setidak-tidaknya sejumlah 50% dari tenaga kerja yang ada. Meskipun jumlahnya dominan dan cukup besar, namun peningkatan peranan terhadap perekonomian daerah relatif masih dinilai lambat. Oleh karena itu sektor ini harus dimotivasi dan difasilitasi untuk mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada, agar memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat berperan dalam pertumbuhan ekonomi ke depan.

 

 

kembali

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.