JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

(Abdurrahman bin Auf)

 

Admin, 30 Oktober 2011

KUDUS - Dalam mencari rizqi Allah (berusaha), ada baiknya jika kita mau meneladani apa yang dilakukan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abdurahman bin Auf. Berbeda dengan kebanyakan orang di akhir zaman ini, dalam berusaha Abdurahman bin Auf selalu menjalankan 3 hal pokok, yaitu :

Mencari rizqi dengan cara halal dan menjauhkan diri dari yang haram, bahkan yang subhat sekalipun.

Menjadikan rizqi yang diperoleh dari usaha yang dilakukannya sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya.

Rizqi yang diperoleh dari usahanya, dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, serta dijadikan modal bagi perjuangan di jalan Allah.

Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga sahabat lainnya, Utsman bin Affan, yang juga pengusaha sukses dan sudah sangat kaya pun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 dinar bagi setiap veteran perang Badar. Ustman bin Affan berkata, “Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkah”.

Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah, padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Abdurrahman bin Auf tercatat pernah menyumbangkan 40.000 dirham, 40.000 dinar, 200 uqiyah emas, 500 kuda, dan 1.500 unta. (catatan: 1 uqiyah = 50 dinar, 1 dinar = 4,25 gram emas, 1 dirham = 2,975 gram perak).

Banyak dan sering sekali, beliau menggunakan hartanya untuk diinfaqkan. Sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata, “Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.

Dengan begitu banyak harta yang diinfaqkan di jalan Allah, ketika meninggal pada usia 72 tahun beliau masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 dinar. Artinya, kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2.560.000 dinar  (nilai saat ini = 5,5 milyar rupiah). Bandingkan dengan harta

 

selanjutnya

 
 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.