Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor
Jawa Pos
(Radar Kudus), 24 Mei 2010
KUDUS -
Setelah cukup lama merambah pasar domistik, produk jenang
lokal mencoba menunjukkan eksistensi mereka di pasar dunia.
Ini sebelumnya telah diawali oleh produsen jenang merek
Mubarok, Mubarokfood Cipta Delicia. Dan kini, produsen
jenang merek Kenia, yakni Perusahaan Jenang (PJ) Muria Jaya,
juga melakukan langkah serupa.
Hal ini
seperti diungkapkan Kasi Perdagangan Luar Negeri pada Dinas
Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Achmad, belum lama ini.
“Sekarang jenang Kudus mulai merambah pasar dunia,”
ungkapnya. Dikatakan, produk yang berhasil menembus pasar
internasional adalah jenang merek Mubarok dan Kenia.
“Keduanya
berasal dari perusahaan yang berbeda. Begitu pula dengan
sasaran ekspornya,” ujarnya. Achmad sendiri mengaku masih
melakukan pendataan ke mana saja kedua perusahaan jenang
tersebut mengekspor produknya.
Dengan adanya
produk jenang sebagai pendatang baru di pasaran ekspor,
diharapkan akan menambah daftar eksportir terbaru dari
kekuatan lokal. Sejauh ini, ada sekitar 12 eksportir baik
berskala kecil dan besar. Di antaranya produk rokok, kertas,
konveksi, dan gebyok.
Sementara itu,
ditemui di kediamannya kemarin, pimpinan PJ. Muria Jaya,
Muhammad Ma’ruf, mengakui produknya memang diharapkan segera
go international.
“Sudah ada
pembicaraan dengan perusahaan distributor makanan kecil yang
berasal dari Kanada,” ungkapnya. Ketertarikan perusahaan
tersebut kepada produk Kenia dikarenakan tidak adanya bahan
pengawet dalam bahan baku.
“Itu syarat
pertama yang harus dipenuhi. Alhamdulillah kita sudah tidak
menggunakan bahan pengawet sejak setahun lalu,” ucapnya.
Ma’ruf
menambahkan, lantaran pengemasannya sudah menerapkan kemasan
kedap udara sekaligus oxygen absorber, maka produknya
tahan hingga satu tahun. Dan itu sudah diuji coba sejak dua
tahun lalu.
“Pada saat uji coba, produk
saya tahan hingga tujuh bulan tidak mengalami kerusakan.
Begitu juga rasanya,” ujarnya. Terobosan inilah yang membuat
calon importir menyukainya. Diperkitrakan, awal Juni 2010
ini pihaknya akan bertemu dengan importir tersebut di
Jakarta. (hil/aji) |