Laku Hingga Luar Jawa
o
Pengaruh
Varian Rasa Baru
Jawa Pos
(Radar Kudus), 22 Agustus 2011
KUDUS –
Jenang oleh-oleh khas Kota Kretek terus mempunyai pelaku
bisnis baru. Salah satunya, Jenang Kenia yang merambah
bisnis ini sampai ke luar Jawa. Khususnya momen lebaran
tidak mau dilewati begitu saja.
Sri
Umiyati, owner Jenang Kenia mengatakan jelang lebaran tahun
ini kebanjiran order dan lebih banyak permintaan ke luar
Jawa seperti Bali, Kalimantan dan NTB (Nusa Tenggara Barat).
Sedangkan di Jawa permintaan terbanyak dari Jogjakarta.
“Jelang lebaran peluang pasar semakin meningkat. Bahkan
orang-orang luar Jawa banyak yang pesan untuk oleh-oleh,”
jelasnya.
Sebelum
puasa, ia hanya memproduksi tiga masakan adonan jenang, Tapi
jelang lebaran bisa memasak empat kali lipatnya. Selain itu
ada varian baru yang memang saat lebaran ini baru
diluncurkan, yakni jenang rasa salak, cappuccino, moca dan
strobery. “Produksi mengalami peningkatan 150 persen,”
jelasnya.
Jenang
rasa salak pasaran laku keras ke luar Jawa seprti di Bali.
Sedangkan Jogjakarta lebih cenderung semua varian rasa
disukai. Selain jenang, pasaran dodol juga laku keras di
sana. Umi mengaku orang-orang yang melakukan pemesanan
datang sendiri walaupun mereka datang dari luar Jawa.
“Mereka lebih banyak datang sendiri, bisa memilih barangnya.
Bahkan ada yang penasaran ingin melihat langsung proses
pembuatannya,” papar Umi.
Untuk
masalah harga tidak bisa mengalami kenaikan, selama dua
tahun ini karena melihat harga pasar. Kemasan kecil harga
berkisar Rp. 20 ribu ke atas sedangkan kemasan besar
berkisar Rp. 70 ribuan ke atas.
“Harga-harga jenang tidak mremo seperti harga sembako atau
pakaian. Sebab jenang sekedar buat oleh-oleh, kebutuhannya
tidak primer untuk lebaran,” ungkapnya.
Diprediksi jenang terus mendapatkan pemesanan hingga setelah
lebaran dan kebanyakan ke luar Jawa. Umi mengaku sampai H-1
saja masih mengirim jenang saat lebaran saja tidak ada
aktivitas mengirim.
“Tapi
setelah lebaran mulai lagi pengiriman, kemungkinan bisa
bertambah dibandingkan hari sebelum lebaran,” paparnya. (san/hil) |