JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Laku Hingga Luar Jawa

Pengaruh Varian Rasa Baru

 

Jawa Pos (Radar Kudus), 22 Agustus 2011

KUDUS – Jenang oleh-oleh khas Kota Kretek terus mempunyai pelaku bisnis baru. Salah satunya, Jenang Kenia yang merambah bisnis ini sampai ke luar Jawa. Khususnya momen lebaran tidak mau dilewati begitu saja.

Sri Umiyati, owner Jenang Kenia mengatakan jelang lebaran tahun ini kebanjiran order dan lebih banyak permintaan ke luar Jawa seperti Bali, Kalimantan dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Sedangkan di Jawa permintaan terbanyak dari Jogjakarta. “Jelang lebaran peluang pasar semakin meningkat. Bahkan orang-orang luar Jawa banyak yang pesan untuk oleh-oleh,” jelasnya.

Sebelum puasa, ia hanya memproduksi tiga masakan adonan jenang, Tapi jelang lebaran bisa memasak empat kali lipatnya. Selain itu ada varian baru yang memang saat lebaran ini baru diluncurkan, yakni jenang rasa salak, cappuccino, moca dan strobery. “Produksi mengalami peningkatan 150 persen,” jelasnya.

Jenang rasa salak pasaran laku keras ke luar Jawa seprti di Bali. Sedangkan Jogjakarta lebih cenderung semua varian rasa disukai. Selain jenang, pasaran dodol juga laku keras di sana. Umi mengaku orang-orang yang melakukan pemesanan datang sendiri walaupun mereka datang dari luar Jawa. “Mereka lebih banyak datang sendiri, bisa memilih barangnya. Bahkan ada yang penasaran ingin melihat langsung proses pembuatannya,” papar Umi.

Untuk masalah harga tidak bisa mengalami kenaikan, selama dua tahun ini karena melihat harga pasar. Kemasan kecil harga berkisar Rp. 20 ribu ke atas sedangkan kemasan besar berkisar Rp. 70 ribuan ke atas.

“Harga-harga jenang tidak mremo seperti harga sembako atau pakaian. Sebab jenang sekedar buat oleh-oleh, kebutuhannya tidak primer untuk lebaran,” ungkapnya.

Diprediksi jenang terus mendapatkan pemesanan hingga setelah lebaran dan kebanyakan ke luar Jawa. Umi mengaku sampai H-1 saja masih mengirim jenang saat lebaran saja tidak ada aktivitas mengirim.

“Tapi setelah lebaran mulai lagi pengiriman, kemungkinan bisa bertambah dibandingkan hari sebelum lebaran,” paparnya. (san/hil)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.