Kualitas Kemasan Dongkrak
Penjualan Oleh-oleh
Suara Merdeka
(Suara Muria), 28 Juli 2011
KUDUS –
Kualitas kemasan seringkali dianggap hal kecil sehingga
sering dikesampingkan oleh pengusaha oleh-oleh.
Padahal,
bila diabaikan hal kecil tersebut bisa berdampak besar dan
akibatnya akan mempengaruhi penjualan.
Pengurus
asosiai pengusaha UMKM oleh-oleh (Aspoo), M. Ma’ruf dalam
sebuah pertemuan bersama dengan para pengusaha oleh-oleh di
Kudus, kemarin mengatakan, meski hanya berfungsi sebagai
kemasan namun hal tersebut sangat penting.
“Sebab
kemasan tersebut merupakan brand atau merek yang harus
benar-benar dijaga mutunya. Jika kemasan saja tidak
diperhatikan, bagaimana dengan isinya,” katanya.
Pada
intinya, seluruh rangkaian produksi oleh-oleh kendali mutu
harus diperhatikan dan menjadi yang utama.
“Jangan
sampai konsumen kecewa setelah membeli oleh-oleh khas Kudus
saat singgah maupun wisata,” ujarnya.
Di sisi
lain kemasan juga dapat mendongkrak penjualan hingga 10
persen. Artinya kemasan juga efektif dimanfaatkan sebagai
media promosi dan dirasa hal ini sudah dipahami oleh para
pengusaha oleh-oleh. Terutama mereka yang bergerak di bidang
kuliner.
“Maka
dari itu buatlah kemasan semenarik mungkin dan perhatikan
adalah soal higienitasnya agar tetap aman dikonsumsi,”
terangnya.
Bahan
Tradisional
Disinggung apakah hal ini tidak menyebabkan pembengkakan
biaya produksi maupun operasional.
Ma’ruf
menjelaskan, tentu tidak asalkan dengan pemilihan bahan yang
tepat dan tidak mengeluarkan biaya tambahan.
“Pilih
saja kemasan dengan bahan tradisional, selain harganya
terjangkau tampilan yang unik akan menimbulkan minat beli
konsumen, sekaligus ini akan menambah imej positif oleh-oleh
khas Kudus,” tandasnya. (J18-42) |