JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Suara Merdeka (Suara Muria), 28 Juli 2011

KUDUS – Kualitas kemasan seringkali dianggap hal kecil sehingga sering dikesampingkan oleh pengusaha oleh-oleh.

Padahal, bila diabaikan hal kecil tersebut bisa berdampak besar dan akibatnya akan mempengaruhi penjualan.

Pengurus asosiai pengusaha UMKM oleh-oleh (Aspoo), M. Ma’ruf dalam sebuah pertemuan bersama dengan para pengusaha oleh-oleh di Kudus, kemarin mengatakan, meski hanya berfungsi sebagai kemasan namun hal tersebut sangat penting.

“Sebab kemasan tersebut merupakan brand atau merek yang harus benar-benar dijaga mutunya. Jika kemasan saja tidak diperhatikan, bagaimana dengan isinya,” katanya.

Pada intinya, seluruh rangkaian produksi oleh-oleh kendali mutu harus diperhatikan dan menjadi yang utama.

“Jangan sampai konsumen kecewa setelah membeli oleh-oleh khas Kudus saat singgah maupun wisata,” ujarnya.

Di sisi lain kemasan juga dapat mendongkrak penjualan hingga 10 persen. Artinya kemasan juga efektif dimanfaatkan sebagai media promosi dan dirasa hal ini sudah dipahami oleh para pengusaha oleh-oleh. Terutama mereka yang bergerak di bidang kuliner.

“Maka dari itu buatlah kemasan semenarik mungkin dan perhatikan adalah soal higienitasnya agar tetap aman dikonsumsi,” terangnya.

Bahan Tradisional

Disinggung apakah hal ini tidak menyebabkan pembengkakan biaya produksi maupun operasional.

Ma’ruf menjelaskan, tentu tidak asalkan dengan pemilihan bahan yang tepat dan tidak mengeluarkan biaya tambahan.

“Pilih saja kemasan dengan bahan tradisional, selain harganya terjangkau tampilan yang unik akan menimbulkan minat beli konsumen, sekaligus ini akan menambah imej positif oleh-oleh khas Kudus,” tandasnya. (J18-42)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.