JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Selalu Mencoba Hal Baru

Jawa Pos (Radar Kudus), 19 Agustus 2011

Wanita berkerudung yang ramah dan energi ini memiliki segudang pengalaman dalam mengelola bisnisnya beresta sang suami. Sri Umiyati, istri dari Muhammad Ma’ruf pemilik Jenang Kenia, sekarang mengelola bisnisnya sendiri dengan dukungan sang suami.

Sebelum terjun ke dunia bisnis, ia sempat bekerja sebagai pemasaran di salah satu perusahaan media cetak yang ada di Kudus 2008 ia keluar dan menekuni usahanya. Umi, mulai menekuni usahanya yang sekarang 2004.

Jadi disambi bekerja ia mengelola bisnisnya. Pertama kali bisnis yang digeluti dodol tapi setelah dirasa semakin banyak permintaan maka dikembangkan jenang. “Saya awalnya hanya membantu suami. Tapi suami memintanya mencoba mengelola sendiri,” ujarnya.

Sebagai seorang wanita, terkadang ada rasa bosan dan jenuh. Apalagi di saat bisnis yang dikelola mengalami penurunan. Namun bagi Umi itu tidak menjadikan suatu halangan melainkan sebagai pembelajaran dan semangat bagaimana caranya bisa keluar dari kemelut tersebut.

“Saya mengakui hampir saja menyerah, tapi dukungan suami yang menguatkan sehingga saya bisa bangkit kembali. Saling menguatkan satu sama lain” paparnya.

Saat ini ia merambah ke makanan ringan seperti memproduksi kacang goreng. Ada cerita lucu yang membuat Umi bila teringat ingin ketawa sendiri. Pada saat mencoba membuat kacang goreng, ia selalu menemui kegagalan sampai menghabiskan kacang sebanyak 10 kilogram baru menemukan hasil yang maksimal.

“Sampai diketawain suami saya. Gara-garanya saya pantang menyerah membuat kacang goreng hingga menemukan hasil yang saya inginkan. Dan kacang-kacang percobaan saya bagi-bagikan ke teman-temen dan tetangga, kebanyakan sampai 10 kilogram,” ungkapnya.

Ia memang tak mau menyerah sebelum menemukan keberhasilan. Jalani pekerjaan tidak mau setengah-setengah dan optimis.

Selain itu, beberapa hal yang harus dipertimbangkan yakni melihat pangsa pasar yang lagi tren. Umi menegaskan bisnis tak harus dikelola para kaum pria, wanita pun bisa mengelola dengan baik. (san/hil)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.