JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Pengusaha Kewalahan

Suara Merdeka (Suara Muria), 8 Juli 2011

KUDUS – Liburan sekolah yang cukup panjang, serta dibarengi dengan menjelang tradisi Ruwahan, telah menyebabkan sejumlah pengusaha dan pedagang oleh-oleh khas Kudus kewalahan melayani pesanan, karena penjualannya mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu rata-rata mencapai 100 persen.

Pengurus Asosiasi Pengusaha UMKM Oleh-oleh (Aspoo), M. Ma’ruf kemarin, saat memantau kedatangan wisatawan di Kudus Kulon atau pada komplek Menara Masjid dan Makam Sunan Kudus, menjelaskan ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha oleh-oleh untuk dapat meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, permintaan oleh-oleh untuk tahun ini cukup ramai dibandingkan tahun lalu, yang hanya mengalami kenaikan 10 persen saja.

“Momennya cukup tepat, ada liburan sekolah yang cukup panjang dan ditambah dengan kondisi ekonomi yang cukup bagus. Tidak ada gejolak yang menonjol,” katanya.

Banyaknya permintaan, tidak jarang stok oleh-oleh terlambat untuk dipasok, karena memang tingginya permintaan.

“Salah satunya permintaan jenang Kudus. Makanan tersebut banyak dicari wisatawan atau penziarah yang datang di Kudus, permintaannya mencapai dua kali lipat,” ujarnya.

Jika dirata-rata, satu perajin atau pengusaha bisa menghasilkan 50 karton jenang per hari. Namun permintaan konsumen lebih dari 50 karton.

Menipis

“Dari pantauan di lapangan ada beberapa pengusaha yang kelimpungan, karena stoknya jauh dari mencukupi. Jalan satu-satunya mereka harus meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan saat liburan ini,” jelasnya.

Ma’ruf menjelaskan, ramainya permintaan tersebut bisa menguntungkan dan tidak bagi pengusaha jenang. Pertama jelas keuntungan yang masuk melebihi target, bahkan meningkat hingga 100 persen.

Kedua, pesanan yang ada di luar kota banyak yang tidak terlayani. Karena waktu dan kemampuan produksi yang terbatas.

“Kami rasa hal ini yang harus disikapi dengan bijaksana, artinya meskipun permintaan banyak, namun kualitas oleh-oleh harus benar-benar dijaga, baik dari segi rasa, sampai dengan penampilan kemasannya tetap menarik,” katanya (J18-40)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.