JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

o Hingga 30 Persen

 

Suara Merdeka (Suara Muria), 7 Juni 2011

KUDUS – Memasuki liburan sekolah, omzet usaha pembuatan makanan oleh-oleh diperkirakan akan naik. Peningkatan tersebut diprediksi dapat mencapai 30 persen dari kondisi normal.

Anggota Asosiasi Pengusaha Oleh-oleh (ASPOO) Jawa Tengah Muhammad Ma’ruf mengemukakan hal ini Kamis (16/6). Dikemukakannya, situasi seperti itu dimungkinkan karena kunjungan wisatawan domistik akan meningkat. “Khususnya untuk Kudus, pada saat liburan akan banyak dukunjungi warga dari luar daerah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, beberapa makanan yang diburu dari Kota Kretek, yaitu jenang, dodol, atau makanan khas lainnya. Kecenderungan tersebut dimungkinkan akan berlangsung menjelang lebaran mendatang.

“Mungkin omzetnya dapat lebih tinggi dari perkiraan semula,” ucap dia.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setelah berwisata ke sejumlah obyek wisata di Kudus, wisatawan akan mendatangi beberapa toko yang menjual makanan seperti itu.

Ma’ruf yang juga memproduksi dodol dan kacang “presto” mengaku juga mengantisipasinya dengan menyiapkan stok tambahan.

“Yang jelas, produksinya akan tetap ditingkatkan hingga 20 persen dan bahkan 30 persen,” ujarnya tanpa memerinci jumlahnya.

Gula Kelapa Naik

Persoalannya, bersamaan dengan prediksi kenaikan omzet produk makanan oleh-oleh, pihaknya juga dirisaukan dengan peningkatan harga gula kelapa. Pada beberapa makanan khas Kudus seperti jenang dan dodol, penggunaan bahan tersebut cukup penting.

Untuk produk makanan tersebut komposisi gula kelapa dapat mencapai 40 persen, disusul kemudian tepung dan gula pasir. Hanya, untuk bahan baku lainnya kenaikannya tidak sebanyak gula kelapa.

“Karena gula kelapa akan memberi rasa manis dan guruh,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu harganya Rp. 6.000 per kilogram, namun saat sekarang sudah di atas Rp. 8.000. Sebenarnya pihaknya dapat saja menggunakan gula olahan dari tebu yang harganya Rp. 6.400 per kilogram. “Hanya kami khawatis rasanya akan berubah,” tandasnya (HS-57)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.