|
Aspo Kembangkan Sistem Kerja
Sama
o
Dinilai
Lebih Menguntungkan
Suara
Merdeka (Suara Muria), 9 Juni 2011
KUDUS –
Pengambangan pasar potensi oleh-oleh di Kabupaten Kudus kini
semakin inovatif. Salah satunya dengan sistem kerja sama
antar daerah.
Pengurus
asosiasi pengusaha UMKM oleh-oleh (Aspo) Jawa Tengah bidang
pemasaran, M. Ma’ruf Kenia saat ditemui kemarin mengatakan,
oleh-oleh kini sudah menjadi bagian industri potensi daerah.
Sehingga perlu pengembangan lebih lanjut, salah satunya
dengan sistem kerja sama.
“Hal ini
sebenarnya sudah dilakukan cukup lama dan bahkan hampir
semua daerah sudah melakukannya,” katanya.
Dengan
sistem kerja sama akan lebih menguntungkan, karena produk
andalan berupa oleh-oleh di salah satu wilayah akan bisa
dikenal daerah lain yang jaraknya cukup jauh.
“Sedangkan keuntungan pelaku UMKM adalah hasil yang mereka
dapat bisa bertambah,” ujarnya.
Pihaknya
mencontohkan, salah satu bentuk sistem kerja sama adalah
pemasaran produk jenang yang kini tidak hanya dikenal di
Kudus, namun bisa dipasarkan hingga Wonosobo.
“Caranya, pelaku UMKM Kudus menitipkan produk oleh-olehnya
pada pelaku UMKM di Wonosobo begitu sebaliknya,” terangnya.
Ini
sudah dilakukan oleh beberapa daerah, tidak hanya Kudus dan
Wonosobo saja, namun sejumlah kota yang mempunyai produk
oleh-oleh bisa melakukan hal yang sama.
Tambahan
“Secara
langsung kita juga bisa mengenalkan produk andalan ke
sejumlah wilayah daerah tanpa harus mengeluarkan biaya
promosi tambahan, dan termasuk mempromosikan wisata ke
wilayah lain” terangnya.
Disinggung antusias pelaku UMKM produsen oleh-oleh, pihaknya
menjelaskan, hingga saat ini di Kudus cukup bagus, bahkan
setiap tahun cenderung meningkat.
“Bisa
jadi, nantinya dalam beberapa tahun ke depan seluruh UMKM
yang memproduksi oleh-oleh bisa menerapkan sistem kerja
sama,” tandasnya. (J18-40) |