JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

o  Dinilai Lebih Menguntungkan

 

Suara Merdeka (Suara Muria), 9 Juni 2011

KUDUS – Pengambangan pasar potensi oleh-oleh di Kabupaten Kudus kini semakin inovatif. Salah satunya dengan sistem kerja sama antar daerah.

Pengurus asosiasi pengusaha UMKM oleh-oleh (Aspo) Jawa Tengah bidang pemasaran, M. Ma’ruf Kenia saat ditemui kemarin mengatakan, oleh-oleh kini sudah menjadi bagian industri potensi daerah. Sehingga perlu pengembangan lebih lanjut, salah satunya dengan sistem kerja sama.

“Hal ini sebenarnya sudah dilakukan cukup lama dan bahkan hampir semua daerah sudah melakukannya,” katanya.

Dengan sistem kerja sama akan lebih menguntungkan, karena produk andalan berupa oleh-oleh di salah satu wilayah akan bisa dikenal daerah lain yang jaraknya cukup jauh.

“Sedangkan keuntungan pelaku UMKM adalah hasil yang mereka dapat bisa bertambah,” ujarnya.

Pihaknya mencontohkan, salah satu bentuk sistem kerja sama adalah pemasaran  produk jenang yang kini tidak hanya dikenal di Kudus, namun bisa dipasarkan hingga Wonosobo.

“Caranya, pelaku UMKM Kudus menitipkan produk oleh-olehnya pada pelaku UMKM di Wonosobo begitu sebaliknya,” terangnya.

Ini sudah dilakukan oleh beberapa daerah, tidak hanya Kudus dan Wonosobo saja, namun sejumlah kota yang mempunyai produk oleh-oleh bisa melakukan hal yang sama.

Tambahan

“Secara langsung kita juga bisa mengenalkan produk andalan ke sejumlah wilayah daerah tanpa harus mengeluarkan biaya promosi tambahan, dan termasuk mempromosikan wisata ke wilayah lain” terangnya.

Disinggung antusias pelaku UMKM produsen oleh-oleh, pihaknya menjelaskan, hingga saat ini di Kudus cukup bagus, bahkan setiap tahun cenderung meningkat.

“Bisa jadi, nantinya dalam beberapa tahun ke depan seluruh UMKM yang memproduksi oleh-oleh bisa menerapkan sistem kerja sama,” tandasnya. (J18-40)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.