JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Tradisional Yang Menjual

Suara Merdeka (Suara Muria), 13 Juni 2011

Kesan bahwa makanan tradisional tidak mempunyai daya jual tidak sepenuhnya benar. Pada beberapa hal, produk lokalan tersebut tetap diburu dan menjadi salah satu potensi usaha yang potensial.

“Memang tidak sepenuhnya benar, walau dalam beberapa hal diyakini tetap ada keterbatasan,” kata pengurus Asosiasi Pengusaha Oleh-oleh Jawa Tengah, Muhammad Ma’ruf kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu kelemahan makanan tradisional terletak pada kemasannya. Berdasarkan pengamatannya, sejauh ini banyak melakukan inovasi terkait hal tersebut. “Mereka masih mengandalkan kemasan yang itu-itu saja,” jelasnya. Padahal, secara rasa dan kualitas produk sebenarnya makanan tradisional tidak kalah dari barang impor. Hanya saja, terkadang makanan dari luar negeri mempunyai kemasan yang lebih inovatif. Tidak hanya itu, mereka juga sudah mengembangkan proses pengolahan secara higienis dan telah memenuhi standar tertentu.

“Karena kemasan yang baik dan ditunjang dengan pengolahan yang berstandar internasional, produk mereka banyak yang dapat memasuki supermarket besar” ungkapnya.

Diakuinya, untuk dapat mengubah semua itu tentu bukan persoalan mudah. Butuh waktu dan komitmen dari pengusaha itu sendiri untuk dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Tentunya, bila hal tersebut dilakukan dipastikan akan menambah nilai jual dari produk tersebut. “Kami berharap pada masa mendatang bila semua itu dilakukan maka produk makanan tradisional akan lebih menjual,” imbuhnya. (Anton WH-40)

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.