Tradisional Yang Menjual
Suara Merdeka
(Suara Muria), 13 Juni 2011
Kesan bahwa
makanan tradisional tidak mempunyai daya jual tidak
sepenuhnya benar. Pada beberapa hal, produk lokalan tersebut
tetap diburu dan menjadi salah satu potensi usaha yang
potensial.
“Memang tidak
sepenuhnya benar, walau dalam beberapa hal diyakini tetap
ada keterbatasan,” kata pengurus Asosiasi Pengusaha
Oleh-oleh Jawa Tengah, Muhammad Ma’ruf kemarin.
Lebih lanjut
dia mengatakan, salah satu kelemahan makanan tradisional
terletak pada kemasannya. Berdasarkan pengamatannya, sejauh
ini banyak melakukan inovasi terkait hal tersebut. “Mereka
masih mengandalkan kemasan yang itu-itu saja,” jelasnya.
Padahal, secara rasa dan kualitas produk sebenarnya makanan
tradisional tidak kalah dari barang impor. Hanya saja,
terkadang makanan dari luar negeri mempunyai kemasan yang
lebih inovatif. Tidak hanya itu, mereka juga sudah
mengembangkan proses pengolahan secara higienis dan telah
memenuhi standar tertentu.
“Karena
kemasan yang baik dan ditunjang dengan pengolahan yang
berstandar internasional, produk mereka banyak yang dapat
memasuki supermarket besar” ungkapnya.
Diakuinya,
untuk dapat mengubah semua itu tentu bukan persoalan mudah.
Butuh waktu dan komitmen dari pengusaha itu sendiri untuk
dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Tentunya, bila hal tersebut dilakukan dipastikan akan
menambah nilai jual dari produk tersebut. “Kami berharap
pada masa mendatang bila semua itu dilakukan maka produk
makanan tradisional akan lebih menjual,” imbuhnya. (Anton
WH-40) |