JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Sri Umiyati

Mengecap Legitnya Dodol Buah

(lanjutan)

“Ketika itu makanan dodol belum tampil sebagai makanan elit. Dodol rata-rata di kemas dalam bungkus tertutup dan terkesan seadanya” ujar dia. Waktu itu mengemas dodol dalam plastik mika dianggap aneh dan kurang meyakinkan hingga banyak pemilik toko yang meragukan prospek bisnis dodol buatannya. “Laku apa ngga ini, kok kayak gini?” sambung dia meniruka keragu-raguan pemilik toko yang dia datangi.

Sekalipun begitu, Umi tetap bertahan dengan eksperimen itu. Ia tak henti berharap bahwa eksperimennya mengemas dodol dengan plastik transparan dapat mendongkrak penjualan. Dan tak lama pun, kerja keras Umi pun membuahkan hasil. Dodol buatannya yang ia beri label Muria Jaya pun semakin dikenal orang dan bertahan hingga sekarang. Menariknya, model kemasan dengan menggunakan plastik transparan kini justru ditiru banyak pengusaha dodol lain sebab terbukti digemari banyak konsumen.

“Soalnya dengn kemasan seperti itu pembeli jadi tahu barang yang baik dan yang jelek. Kalau kemasannya tertutup, kadang-kadang pembeli bisa tertipu,” jelas dia.

Setiap usaha pasti mengalami hambatan. Persaingan yang kurang sehat membuat Umi dituntut harus lebih kreatif memecahkan setiap hambatan itu. Perang harga dan kualitas merupakan tantangan yang harus ia hadapi hampir setiap hari. ”Saya sering dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Harga diturunkan dengan konsekuensi kualitas ikut turun ataukah tetap mempertahankan harga dengan kualitas yang baik,” katanya.

Jika pilihan jatuh pada mengorbankan kualitas, akibatnya justru banyak barang yang diretur. Dengan pilihan tersebut kerugian yang ditanggung justru lebih besar. Belum lagi, banyak konsumen yang lari dari produknya. Oleh karena itu, kreativitas pemasaran dan inovasi produk harus selalu dicari terus menerus. “Saya harus mengikuti selera konsumen dengan menciptakan beragam rasa,” ujarnya menyebut jenis variasi dodol yang dibuatnya yakni rasa coklat, nanas, sirsat, durian, cappuccino dan kombinasi.

Tape Ketela Berkualitas

Bahan baku dodol yang di pakai Umi adalah tape ketela. Masalahnya semua ketela bagus untuk membuat tape. Menyadari hal itu ia berusaha untuk memakai tape ketela yang baik. Karenanya ia pun tak segan mencari infor -

 

 

kembali

selanjutnya

 

 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.