|
Kreatif,
Inovatif dan Optimis
Kunci Sukses Berbisnis
Jawa Pos
(Radar Kudus), 11 September 2011
Menggeluti
dunia bisnis bukan perkara mudah. Perlu ketelitian,
kreativitas, optimis dan selalu berinovasi untuk dapat
mengantarkan pada gerbang kesuksesan dalam berbisnis.
Apalagi bisnis yang digeluti ditekuni orang lain.
Seperti
Muhammad M’ruf, pemilik Jenang Kudus Kenia yang sudah
terkenal sampai ke luar Pulau Jawa dan mendapat pengakuan
yang bertaraf Nasional. Sebelum mendulang kesuksesan, Ma’ruf
juga mengalami jatuh bangun berbisnis karena persaingan
jenang di Kudus sangat terbuka.
Kondisi
seperti ini tidak menyurutkan mental Ma’ruf, malah
sebaliknya ia jadikan sebagai motivasi untuk selalu bangkit
dan siap berkompetisi. “Saya tidak pernah memikirkan yang
namanya persaingan. Persaingan yang sangat wajar dan
menjalani bisnis dengan enjoy, santai yang penting sesuai
aturan dan target sudah saya buat sendiri,” katanya.
Sebelum
menggeluti usaha jenang, Ma’ruf berkecimpung pada produk
dodol tape ketela yang sampai sekarang pun masih ditekuni.
Pertama kali ia memilih usaha dodol tape ini karena tidak
mau menyaingi saudara-saudara sendiri. Karena Ma’ruf juga
masih ada garis keturunan pewaris pembuat jenang Kudus.
“Memilih usaha
dodol tape, dulu saya pikir tidak mau bersaing dengan
saudara sendiri. Karena waktu itu banyak sekali yang
menggeluti usaha jenang, sehingga saya memilih usaha dodol
tape,” terang Ma’ruf.
Menggeluti
usaha dodol tape mulai dijalani sejak 1996 dengan merek
Muria Jaya. Awal pembuatannya ia beserta istri mencari tape
sampai ke desa Kewawur, Pati. Ia mendapati penjual tape
keliling dan para penjual ditanyai dari mana memproduksinya,
ternyata produksinya dari Pati. “Saya cari sampai ketemu dan
Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang. Bahkan saya
mengajak bekerja sama dengan pembuat tape,” terangnya.
Kali pertama
ia mengajak kerja sama dengan tiga pembuat tape. Namun
setelah berkembang hampir satu desa Kewawur ia ajak bekerja
sama, sebagai pemasok tape ketela. Dodol tape Ma’ruf semakin
maju karena bahan-bahan dasar yang digunakan dari sari
buah-buahan asli yang dicaampuri dengan tape tersebut.
“Rasa nangka, durian, sirsak
memakai buah asli, tapi setelah buah-buahan tersebut
harganya semaikn mahal dan juga produksinya juga tambah
banyak,
|
selanjutnya |
|
 |
|