JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Kreatif, Inovatif dan Optimis

Kunci Sukses Berbisnis

Jawa Pos (Radar Kudus), 11 September 2011

Menggeluti dunia bisnis bukan perkara mudah. Perlu ketelitian, kreativitas, optimis dan selalu berinovasi untuk dapat mengantarkan pada gerbang kesuksesan dalam berbisnis. Apalagi bisnis yang digeluti ditekuni orang lain.

Seperti Muhammad M’ruf, pemilik Jenang Kudus Kenia yang sudah terkenal sampai ke luar Pulau Jawa dan mendapat pengakuan yang bertaraf Nasional. Sebelum mendulang kesuksesan, Ma’ruf juga mengalami jatuh bangun berbisnis karena persaingan jenang di Kudus sangat terbuka.

Kondisi seperti ini tidak menyurutkan mental Ma’ruf, malah sebaliknya ia jadikan sebagai motivasi untuk selalu bangkit dan siap berkompetisi. “Saya tidak pernah memikirkan yang namanya persaingan. Persaingan yang sangat wajar dan menjalani bisnis dengan enjoy, santai yang penting sesuai aturan dan target sudah saya buat sendiri,” katanya.

Sebelum menggeluti usaha jenang, Ma’ruf berkecimpung pada produk dodol tape ketela yang sampai sekarang pun masih ditekuni. Pertama kali ia memilih usaha dodol tape ini karena tidak mau menyaingi saudara-saudara sendiri. Karena Ma’ruf juga masih ada garis keturunan pewaris pembuat jenang Kudus.

“Memilih usaha dodol tape, dulu saya pikir tidak mau bersaing dengan saudara sendiri. Karena waktu itu banyak sekali yang menggeluti usaha jenang, sehingga saya memilih usaha dodol tape,” terang Ma’ruf.

Menggeluti usaha dodol tape mulai dijalani sejak 1996 dengan merek Muria Jaya. Awal pembuatannya ia beserta istri mencari tape sampai ke desa Kewawur, Pati. Ia mendapati penjual tape keliling dan para penjual ditanyai dari mana memproduksinya, ternyata produksinya dari Pati. “Saya cari sampai ketemu dan Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang. Bahkan saya mengajak bekerja sama dengan pembuat tape,” terangnya.

Kali pertama ia mengajak kerja sama dengan tiga pembuat tape. Namun setelah berkembang hampir satu desa Kewawur ia ajak bekerja sama, sebagai pemasok tape ketela. Dodol tape Ma’ruf semakin maju karena bahan-bahan dasar yang digunakan dari sari buah-buahan asli yang dicaampuri dengan tape tersebut.

“Rasa nangka, durian, sirsak memakai buah asli, tapi setelah buah-buahan tersebut harganya semaikn mahal dan juga produksinya juga tambah banyak,

 

selanjutnya  
 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.