JENANG KUDUS INFO MEDIA

"Jenang Kudus" kini tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pilar yang memperkuat bangunan ekonomi masyarakat Kudus. Dengan dukungan instansi terkait dan seluruh stickholder, berbagai upaya untuk mewujudkan Jenang Kudus go International terus menerus dilakukan ...

Beranda

Membangun Masa Depan

Cara Peroleh Modal untuk Bisnis

Memberdayakan IKM Kudus

Teladan Seorang Sahabat Nabi

Jenang Kudus

Dodol Tape

Mubarok dan Kenia Ramaikan Pasar Ekspor

Jenang Kenia Buka di Tanggulangin

Jenang Kenia Juara Kemasan

Kenia Raih Juara III IKM Award

Pemasaran Oleh-oleh Rambah ke Luar Pulau

Laku Hingga Luar Jawa

Kualitas Kemasan Dongkrak Penjualan Oleh-oleh

Selalu Mencoba Hal Baru

Penjualan Oleh-oleh Naik 100 Persen

Omzet Oleh-oleh Diprediksi Naik

Aspo Kembangkan Sistem Kerja Sama

Tradisional Yang Menjual

Mengecap Legitnya Dodol Buah

Kunci Sukses Berbisnis

Musik Buat Hidup Jadi Nikmat

Pemkab Kudus

FEDEP Kudus

Website Jenang Kudus

Kreatif, Inovatif dan Optimis

Kunci Sukses Berbisnis

(lanjutan)

maka saya ganti dengan perisa buah-buahan. Tapi tapenya masih tetap asli dan merek dodol tape saya masih sama buatannya semakin banyak diminati masyarakat Kudus. Namun lagi-lagi Ma’ruf mendapat tantangan dodol yang dimilikinya banyak yang ditiru dan menyerang pasaran dodol tape Muria Jaya. Sehingga pasarannya diubah dengan memasarkannya ke luar Kudus. Hasilnya sangat bagus, respon pasar menerima produk dodol buatan Ma’ruf dan banyak orang yang berminat. “Pasar produk saya di luar Kudus semakin besar, sampai sekarang banyak permintaan,” kata suami Sri Umiyati ini.

Setelah dirasa dodol tapenya berkembang pesat dan maju, ia mencoba memberanikan diri untuk memproduksi jenang. Tepatnya pada 2007 jenang buatannya mulai diproduksi. Untuk itu Ma’ruf mulai mengatur strategi pasar agar jenangnya laku di pasaran, setelah dodol tapenya sukses. “Kalau jenang ini memang saya pikirkan matang-matang karena sebenarnya fill saya ke jenang dan itu cita-cita sejak dulu,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, usaha jenang yang dia tekuni banyak menghadapi kendala. Karena persaingannya sangat ketat, antar sesama produsen jenang Kudus. Ma’ruf berpikir yang penting jenang miliknya dikenal terlebih dahulu oleh masyaraakat ketimbang target pemasarannya.

“Awalnya yang saya pikirkan bagimana caranya jenang saya bisa dikenal orang banyak. Masalah jumlah yang terjual atau marketnya saya pikirkan yang kedua. Kalau jenang sudah dikenal orang, otomatis pasaran bisa berjalan dengan sendirinya,” tandas Ma’ruf.

Supaya jenangnya mudah dan cepat dikenal orang, ia membuat inovasi sendiri lain daripada orang lain, mulai dari nama sampai kemasannya. Memilih nama Kenia berasal dari bahasa Jepang yakni Ken yang artinya damai. “Sebenarnya saya ambil dari nama anak saya Kitaro Keniochi, saya ambil Ken-nya saja yang artinya damai tapi kalau Ken saja kurang mengena sehingga saya tambah menjadi Kenia,” jelasnya.

Ma’ruf mengatakan, biasanya nama-nama jenang yang lain diambilkan dari nama bahasa Arab, maka dari itu ia mencari inovasi sendiri agar kelihatan beda. Kemasan juga dipilih keranjang anyaman karena mencerminkan tradisional sebab jenang makanan tradisional, jadi kemasannya dipilih yang berbentuk tradisional.

Biasanya jenang-jenang pada umumnya kemasannya memakai kardus. “Kalau kemasan anyamannya berasal dari Jepara, karena di Kudus kerajinan anyam-

 

  kembali selanjutnya  
 

Please contact our Webmaster for questions or comments

© Copyright 2010 "Aspoo". All rights reserved.